BioCatch blog channel

Nilai Presisi dalam Pembukaan Rekening

Written by:

Jonathan Frost

Nilai Presisi dalam Pembukaan Rekening featured image

Presisi mengukur proporsi klasifikasi yang benar yang dihasilkan oleh suatu model machine learning. Dalam rangkaian blog ini, kami membahas mengapa presisi sangat penting dalam upaya memerangi fraud dan kejahatan keuangan.

Pembukaan rekening merupakan garis pertahanan pertama bagi institusi keuangan, sekaligus titik awal yang paling sering dimanfaatkan oleh pelaku fraud. Kesalahan pada tahap ini dapat menyebabkan meningkatnya fraud sekaligus memicu biaya operasional yang tidak perlu.

Saat ini, institusi keuangan semakin mengadopsi pendekatan digital-first dalam proses onboarding, di mana sebagian besar nasabah memulai perjalanan mereka secara online. Umumnya, permohonan pembukaan rekening baru akan langsung disetujui atau langsung ditolak.

Tanpa tingkat presisi yang memadai, nasabah yang sah dapat merasa frustrasi terhadap proses ini, sementara pelaku kriminal justru akan mengeksploitasi kelemahannya. Untuk mencapai pengalaman nasabah yang positif sekaligus mitigasi risiko yang efektif, presisi menjadi faktor yang sangat penting.

Selama bertahun-tahun, institusi keuangan mengandalkan kontrol statis berbasis aturan, seperti pemeriksaan Know Your Customer (KYC), device fingerprinting, dan verifikasi dokumen untuk mengurangi risiko pada tahap onboarding.

Meskipun kontrol tersebut masih relevan, sebagian besar dirancang pada masa ketika pelaku ancaman belum memiliki teknologi untuk melakukan serangan otomatis berskala besar. Di era agentic AI, evolusi metode serangan berkembang semakin cepat.

Akibatnya, proses pembukaan rekening kini menjadi garis depan dalam pertarungan yang semakin asimetris antara bank dan pelaku kejahatan.

Tingkat deteksi sebesar 60% hingga 65% sering kali menimbulkan friksi yang signifikan dalam proses. Jika kondisi ini menghasilkan rasio 10:1 antara pemohon sah dan pemohon fraud, maka untuk setiap satu aplikasi fraud yang ditolak bank, sekitar 10 nasabah sah berpotensi mengalami friksi yang tidak perlu.

Proses review manual akan meningkatkan OPEX dan memberikan pengalaman awal yang kurang baik bagi nasabah. Sepuluh nasabah tersebut seharusnya tidak perlu menjadi “korban tambahan”. Bank tidak harus menerima kondisi ini sebagai konsekuensi yang tidak terhindarkan.

Behavior sebagai jalan menuju presisi

Behavioral intelligence memanfaatkan behavior pemohon untuk mengidentifikasi pelaku jahat, baik yang dikendalikan oleh manusia maupun oleh AI. Pola pengetikan, jeda saat mengisi formulir, dinamika penggunaan mouse, serta tingkat familiaritas dengan proses pengisian aplikasi bukanlah sinyal yang sepele. Karakteristik ini bersifat sangat manusiawi, sulit dipalsukan, dan sangat sulit direplikasi oleh agen AI.

Pelaku fraud sering memasuki proses pembukaan rekening dengan kombinasi data aplikasi yang berasal dari data asli yang telah bocor, data identitas asli, data palsu, bahkan data sintetis yang semakin canggih. Mereka juga dapat mengirimkan dokumen asli maupun palsu yang berhasil melewati pemeriksaan onboarding jarak jauh. Bahkan pemeriksaan liveness dapat gagal ketika pelaku menggunakan video yang tampak sesuai dengan dokumen yang disediakan.

Behavioral intelligence meningkatkan presisi dengan memperbarui profil risiko secara berkelanjutan. Teknologi ini mampu membedakan antara:

  • interaksi manusia vs non-manusia
  • tingkat familiaritas pemohon terhadap data pribadi dan formulir aplikasi
  • pengisian formulir yang alami vs skrip otomatis
  • tingkat keyakinan kognitif vs keraguan saat mengisi data

Pendekatan ini melengkapi kontrol statis dengan mengidentifikasi risiko yang sebelumnya mungkin tidak terdeteksi.

Pada blog berikutnya, kami akan membahas bagaimana behavior dapat membantu mengidentifikasi money mule. Presisi dalam pembukaan rekening dan deteksi mule memungkinkan institusi keuangan mengurangi friksi tanpa meningkatkan risiko.

Peningkatan deteksi, dengan presisi, mengubah segalanya

Peningkatan deteksi sebesar 5% mungkin tampak kecil, namun bagi sebuah bank, peningkatan dari 65% menjadi 70% dapat memberikan dampak yang sangat besar.

  • Semakin sedikit rekening fraud yang berhasil dibuat, maka setiap rekening yang berhasil diblokir akan mengganggu seluruh rantai kejahatan fraud. Tanpa adanya rekening mule, peluang untuk melakukan pencucian uang juga akan hilang.
  • OPEX akan menurun, sementara hasil bagi pemohon yang sah akan meningkat. Alih-alih menandai 10 nasabah sah untuk setiap satu pelaku fraud, rasio dapat diturunkan menjadi sekitar 3:1, sehingga tim review dapat lebih fokus pada risiko yang nyata dibandingkan false positive.
  • Nasabah yang sah juga akan merasakan proses onboarding yang lebih lancar, sehingga mengurangi risiko mereka membatalkan proses akibat langkah tambahan atau keterlambatan yang disebabkan oleh review manual.
  • Peningkatan kepatuhan dan pencegahan sejak dini memperkuat respons terhadap kejahatan keuangan tanpa mengorbankan fundamental bisnis.

Manfaat dari presisi yang terakumulasi seiring waktu

Hal ini terutama terlihat dalam pengelolaan OPEX. Alih-alih terus memperbesar tim fraud untuk menangani peningkatan volume review, institusi dapat mengembangkan akuisisi nasabah secara lebih efisien dan hemat biaya.

Presisi juga mengurangi jumlah peristiwa fraud yang dapat difasilitasi oleh satu rekening bermasalah. Jika tidak terdeteksi, rekening tersebut dapat menimbulkan berbagai insiden kepatuhan.

Dengan demikian, presisi pada tahap pembukaan rekening mampu mencegah risiko lanjutan sekaligus mengendalikan pertumbuhan OPEX, tanpa menghambat ekspansi basis nasabah.

Teori dalam praktik

Penerapan friksi yang tepat bukanlah sekadar konsep teoritis. Pendekatan ini telah terbukti efektif dalam menghadapi berbagai ancaman pada proses pembukaan rekening.

Sebagai contoh, sebuah bank terbesar kelima di Kanada mengalami peningkatan fraud aplikasi hingga empat kali lipat selama masa pandemi. Sebagai respon, bank tersebut memanfaatkan behavioral intelligence untuk menurunkan risiko tanpa mengorbankan pengalaman nasabah maupun pertumbuhan bisnis.

Dengan menerapkan behavioral intelligence dalam proses pembukaan rekening, bank tersebut berhasil menghemat USD 7,7 juta dari potensi kerugian, mengurangi review manual sebesar 67%, menghasilkan penghematan operasional sekitar USD 663.000

Kesimpulan: Presisi mendukung pertumbuhan yang menguntungkan

Pembukaan rekening tidak lagi sekadar proses onboarding nasabah baru. Saat ini, proses tersebut menjadi komponen penting dalam strategi manajemen risiko setiap institusi keuangan.

Deteksi presisi yang menggunakan behaviour mengubah proses pembukaan rekening digital dari titik yang rentan menjadi mekanisme yang secara aktif mengurangi friksi, menurunkan OPEX, dan mendukung pertumbuhan bisnis tanpa meningkatkan risiko.

English
español
Deutsch
francais
português


Recent Posts